Panen Padi di Indramayu di Penghujung Tahun 2017

        Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung pangan nasional dengan lahan persawahan yang terluas di Jawa Barat. Saat ini hamparan sawah di empat kecamatan di Kabupaten Indramayu, yakni Bangodua, Widasari, Sukra dan Haurgeulis nampak menguning dan siap panen pada bulan Desember 2017, dengan perkiraan total luas panen 394 ha dan total panen sebesar 1.825,5 ton GKP.

          Panen di Kecamatan Bangodua dilakukan di Desa Bangodua, Desa Malangsari, dan Desa Karanggetas masing-masing 19 ha, 43 ha, dan 145 ha dengan total perkiraan panen mencapai 931.5 ton GKP. Sedangkan di Desa Bangkaloa, Kecamatan Widasari juga dilakukan panen di hamparan seluas 62 ha dengan perkiraan panen sebesar 279 ton GKP.

           Panen di Kecamatan Sukra dipusatkan di Desa Sumuradem Timur dan Desa Sumuradem di areal seluas 15 ha dengan perkiraan total panen sebesar 175 ton GKP. Selain itu di Kecamatan Haurgeulis yang baru saja dikunjungi oleh Menteri Pertanian dalam rangka acara Syukur Panen bersama HKTI juga dilakukan panen padi di hamparan seluas 394 ha dengan perkiraan panen sebesar 450 ton GKP.

        Hamparan sawah di kecamatan lain siap menunggu giliran untuk dipanen, menandakan seakan tiada hari tanpa panen dan tanpa paceklik, karena paceklik biasanya terjadi pada bulan November – Januari. Panen yang dinikmati ini merupakan bagian dari manfaat nyata dari program yang digerakkan oleh Kementerian Pertanian melalui UPSUS Pajale yang didukung penuh oleh Pemerintah Daerah, Dinas Pertanian, KCD dan penyuluh serta Kodim 0616 Indramayu dengan melakukan Luas Tambah Tanam (LTT).

    Kontinuitas panen di Indramayu ini mampu memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjamin ketersediaan pangan yang cukup menjelang tutup tahun 2017, membuat harga pangan relatif aman dan terkendali (Etty Pratiwi, Husnain, dan Moch. Iskandar).